Remaja Gaul Tapi Saleh, Mungkinkah?

(an-najah.net) – Masa remaja memang masa yang penuh gaya, suka cita, dan hura-hura. Tak jarang mereka bertindak semau gue, hanya memikirkan dirinya, tanpa peduli siapa di sekitarnya dan dari mana ia mendapatkan modal untuk bergaya. Tak sadar, di balik penampilannya ada jerih payah orang tua. Di balik arogansinya ada sebuah harapan besar ibu dan bapaknya untuk masa depannya. Tetapi apa mau dikata, cita-cita itu seakan sirna ditelan masa karena apa yang menjadi harapan orang tua tampaknya tidak terlaksana. Itulah gambaran remaja yang menjadi korban propaganda musuh-musuh Islam untuk menyesatkan generasi remaja Islam, dengan dalih kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia. Para remaja lebih memilih kehidupan yang bebas tanpa batas daripada kehidupan yang dinaungi dengan syariat, lebih memilih maksiat daripada shalat, lebih memilih hal-hal yang mubazir daripada berzikir.

Perlu kita sadari bahwa karena kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan telah merusak moral kaum muslimin terutama oleh sebagian remaja di sekitar kita. Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mestinya menjadi pegangan telah ditinggalkan oleh sebagian besar remaja saat ini, sebagai gantinya mereka rame-rame menghadapkan wajah dan pikirannya kepada orang-orang barat yang pada umumnya mereka adalah orang-orang kafir.

Agama Islam sangat memberikan perhatian besar kepada upaya perbaikan mental para remaja. Karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini. Oleh karena itulah, banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw yang mengingatkan kita untuk senantiasa membina dan mengarahkan para remaja kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang saleh.

Rasulullah saw bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”.

Hadits yang agung ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi seorang remaja muslim, sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini.

Maka tak ada waktu lagi selain sekarang untuk mengubah kebiasaan lama yang bergelimang  dosa kita ganti dengan kebiasaan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat serta mengusahakan kebaikan bagi dirinya dan membiasakan diri untuk selalu menetapi amal saleh dan ibadah kepada Allah Ta’ala, agar kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keutamaan dan kemuliaan besar dari Allah. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s