Petunjuk Rasulullah tentang Adab Tidur

Oleh: Abu Haitsam Al-Bantani

A. Adab Sebelum Tidur

1. Menutup  dan mengunci pintu-pintu serta mematikan api dan lampu.

2. Menutup wadah atau bejana.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian”.  (HR. Bukhari, no. 6296 dan Muslim, no. 2012 dari hadits Jabir bin Abdullah )

3. Berwudhu.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila kalian hendak tidur , maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat ”. (HR. Bukhari, no. 247 dan Muslim, no. 2710 dari hadits Bara’ bin ‘Azib)

4. Mengebuti tempat tidur sambil mengucapkan bismillah.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanya ”. (HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714 dari hadits Abu Hurairah)

5. Tidur berbaring kesisi sebelah kanan dan meletakan tangan kanan dibawah pipi.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur , maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan ”. (HR. Bukhari, no. 247 dan Muslim, no.  2710 dari hadits Bara’ bin ‘Azib)

Hudzaifah radhiyallaah anhu berkata: “ Adalah Nabi sallallaahu alaihi wasallam apabila tidur beliau meletakkan tangan kanannya dibawah pipinya”. (HR. Bukhari, no. 6314, Ahmad 3/5, Abu Dawud, no. 5045)

6. Membaca beberapa ayat al-Qur’an yang dianjurkan oleh Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam, di antaranya:

a. Mempertemukan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya seraya  membaca surat al- Ikhlas, surat al-Falaq & surat an-Nas, kemudian mengusap bagian tubuh yang dapat dijangkau dengan kedua telapak tangan tersebut. Dimulai  dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan,  hal itu dilakukan sebanyak 3x. (HR. Bukhari, no. 5017 dan Muslim, no. 2192 dari hadits A’isyah)

b. Membaca surat al-Kafirun. (HR. Abu Dawud, no. 5055, Tirmidzi, no. 3401, Ahmad 5/456 dari hadits Naufal Al-Asyja’i dishahihkan oleh Al-Albani dalam  Shahih Targhib:604 )

c. Membaca ayat kursi (QS. Al-Baqarah :255)

Keutamaan : Barang siapa membacanya ketika akan tidur, maka senantiasa dijaga (dilindungi) oleh Allah dan tidak akan didekati oleh syetan sampai subuh.  (HR. Bukhari, no. 2311 dari hadits Abu Hurairah)

d. Membaca dua ayat terakhir surat ِAl-Baqarah. (HR. Bukhari, n0. 5051 dan Muslim, no. 807,808  dari hadits Abu Mas’ud Al-Badry)

e. Membaca surat Al-Mulk

f. Membaca surat As-Sajadah (HR. Bukhari/ Shohih Adab Mufrod 1207,1209 , Ahmad 3/340, ad-Darimi 2/455 lihat Silsilah Al-Ahadits Shohihah 585)

7. Membaca dzikir dan do’a yang dianjurkan oleh Rasulullah r, di antaranya:

a. Membaca  SubhanAllah 33x, Alhamdulilah 33x & Allahu Akbar 34x. (HR. Bukhari dalam Fathul  Baari :7/71 dan Muslim :4/209)

b. Membaca :

باسمك اللهم أموت و أحيا

“Ya  Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup” (HR. Bukhari, no.  6312 dan 6324 dari hadits Hudzaifah dan Muslim, no. 2711 dari hadits  al-Bara’)

باسمك ربي وضعت جنبي ، وبك أرفعه ، إن أمسكت نفسي فارحمها ، وإن أرسلتها فاحفظها ، بما تحفظ به عبادك الصالحين

“ Dengan menyebut nama-Mu ya Robbi kuletakkan tubuhku ini, dengan pertolongan-Mu aku mengangkatnya. Kalau Engkau mencabut nyawaku ini, maka berikanlah rahmat-Mu kepadanya. Kalau Engkau membiarkannya hidup, maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamab-Mu yang shalih ” (HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714)

اللهم إنك خلقت نفسي وأنت توفاها ، لك مماتها ومحياها

إن أحييتها فاحفظها ، وإن أمتها فاغفرلها ، اللهم  إني أسألك العافية

“ Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan diriku dan Engkau pula yang akan mewafatkannya. Engkau memiliki hak menghidupkan dan mematikan . Bila Engkau menghidupkan diri ini , peliharalah ia. Dan bila Engkau mematikannya, ampunilah ia. Ya Allah, aku memohon keselamatan kepada-Mu”. (HR. Muslim, no. 2712 dan Ahmad 2/79)

اللهم أسلمت نفسي إليك ، وفوضت أمري إليك ، ووجهت وجهي إليك ، وألجأت ظهري إليك ، رغبة ورهبة  إليك ، لا ملجأ ولا منجا منك إلا إليك ، آمنت بكتابك الذي أنزلت وبنبيك الذي أرسلت

“ Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku hadapkan wajahku kepada-Mu dan kusandarkan punggungku kepada-Mu, seraya berharap(rahmat) dan takut (siksa-Mu) tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus”

Rasulullah  sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “ Apabila engkau mati pada malam itu, maka engkau mati di atas fitroh (Islam). Dan jadikanlah kalimat(dzikir) itu sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan” (HR. Bukhari, no. 247 dan Muslim, no. 2710)

Catatan Penting :

  • Tidak dianjurkan tidur dengan cara telungkup

Dari Tikhfah Al-Ghifari radhiyallah anhu,  dia berkata: “Ketika aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur telungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkata: “Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah”. Ketika aku mengangkat kepalaku ternyata dia adalah Nabi r. (HR. Bukhari dalam Adab Mufrod, no. 1187, Tirmidzi, no. 2768, Ibnu Majah, no. 3723, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shohih Adab Mufrod, no. 905, lihat Almisykah 4719)

  • Tidak dianjurkan tidur diatas rumah tanpa penutup.

Rasulullah  sallallaahu alaihi wasallam bersabda : “ Barang siapa yang tidur diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah terlepas darinya penjagaan”. (HR. Bukhari dalam Adab Mufrod no. 1192, Abu Dawud, no. 5041, Ahmad 5/79,  dari hadits Ali bin Syaiban , dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shohihah no. 828, lihat pula Shahih Adab Mufrod no. 908)

  • Dianjurkan tidur di awal malam dengan berniat bangun diawal sepertiga malam untuk qiyamullail.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mendatangi tempat tidurnya dengan berniat ingin bangun  melakukan shalat malam, namun ia ketiduran sampai subuh, maka dicatatkan baginya apa yang ia niatkan, dan tidurnya merupakan shodaqoh untuknya dari Robbnya” (HR. Nasa-i, no. 1784, Ibnu Majah, no. 1344, Baihaqi 3/15 dari hadits Abu Darda)

  • Jika dikhawatirkan tidak bisa bangun malam, maka dianjurkan  melaksanakan shalat witir sebelum tidur.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan shalat witir di awal malam lalu tidur. Dan barang siapa yang bersemangat bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melakukan shalat witir di akhir malam, karena shalat diakhir malam dihadiri (para malaikat) dan itulah yang paling utama” (HR. Muslim, no. 755, Tirmidzi, no. 455, Ibnu Majah, no. 1187 dari hadits Jabir bin Abdullah)

  • Dibenci tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang (ngobrol) setelahnya.

Dari Abu Barzah radhiyallaah anhu bahwasanya Rasulullah r membenci tidur sebelum Isya dan bercakap-cakap setelahnya. (HR. Bukhari, no. 568 dan Muslim, no. 647)

  • Sebaiknya tidak  tidur setelah fajar (setelah shalat Shubuh), agar mendapat keberkahan, karena Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam pernah berdo’a:  “Ya Allah, berkahilah umatku diwaktu pagi mereka” (HR. Abu Dawud, no. 2606)
  • Jika seseorang membalikan tubuhnya dari satu sisi ke sisi lain  pada malam hari, maka orang tersebut dianjurkan  mengucapkan :

لا إله إلا الله الواحد القهار ،  رب السموات والأرض وما بينهما   العزيز الغفار

“ Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah Yang Esa lagi Maha Perkasa, Yang Maha Memiliki tujuh langit dan bumi serta segala yang ada pada keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun” (HR. Hakim 1/540 dan dinyatakan shohih oleh beliau serta disetujui oleh Adz-Dzahabi. Ibnu Hibban,no. 2358. Lihat Silsilah Ahadits Shohihah no. 2066)

  • Jika ada seseorang yang dirundung rasa gelisah dan rasa takut ketika tidur , maka dianjurkan membaca :

أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه وعقابه، وشر عباده، ومن همزات الشياطين وأن يحضرون

“Aku berlindung dengan firman-firman Allah yang paripurna dari kemarahan dan siksa-Nya, dan kejahatan makhluk ciptaan-Nya, dan dari godaan syetan ketika datang mengganggu”  (HR. Abu Dawud, no. 3893,Tirmidzi 3528. lihat Shohih Tirmidzi 3/171 no.2793)

  • Yang perlu dilakukan oleh orang yang bermimpi.

Jika mimpinya baik,  maka hendaklah ia:

–       Memuji  Allah seperti dengan ucapan Alhamdulillah.

–       Diperbolehkan menceritakannya kepada orang yang yang dia sukai. (lihat Fathul Bari 12/463 dan Syarah Shohih Muslim 15/420)

–       Tidak sombong.

Namun jika mimpinya buruk, maka hendaklah ia:

–       Memohon perlindungan kepada Allah seperti dengan mengucapkan lafadz berikut ini sebanyak tiga kali :

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ومن شر ما رأيت

“ Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang aku lihat” (HR. Muslim, no. 2261 dari Abu Qatadah)

–       Meludah kecil  ke arah kiri sebanyak tiga kali.

–       Membalikan tubuhnya (mengubah posisi tidur).

–       Bangun dan melakukan shalat bila ia mau.

–       Tidak menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. (lihat Fathul Bari 12/463 dan Syarah Shohih Muslim 15/421)

B. Adab Ketika Bangun Tidur

1. Membaca dzikir dan do’a yang dianjurkan oleh Rasulullah r, di antaranya:

Membaca:

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا و إليه النشور

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan”. ( HR. Bukhari, no. 6312,  Muslim, no. 2711, Abu Dawud, no. 5049, Tirmidzi, no. 3417 dan Ibnu Majah, no.3880)

الحمد لله الذي عافاني في جسدي، ورد علي روحي، و أذن لي    بذكره

“Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan kesehatan pada tubuhku, telah mengembalikan ruhku kepadaku, lalu mengizinkan diriku untuk berdzikir kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi 5/473, lihat Shohih Tirmidzi 3/144)

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد، وهو على كل شيء قدير. سبحان الله والحمد لله و لا إله إلا الله والله أكبر،ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم، رب اغفرلي .

“ Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Yang memiliki kekuasaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya, tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Dia. Allah Maha Besar, tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku”

Keutamaan do’a:  Barangsiapa yang mengucapkan doa ini, akan diampuni dosa-dosanya. Kalau ia berdo’a, do’anya akan dikabulkan. Kalau ia bangkit dan berwudhu, kemudian shalat, maka shalatnya akan diterima. (lihat Fathul Bari 3/39 dan Shohih Ibnu Majah 2/335)

2. Membaca beberapa ayat al-Qur’an yang anjurkan oleh Rasulullah r, di antaranya QS. Ali-‘Imron, ayat : 190-200. (HR. Bukhari, no. 4572 , lihat  Fathul Bari 8/237 dan Muslim, no. 2711)

3. Bersiwak , berwudhu dan shalat

Hudzaifah radhiyallaah anhu berkata: “Biasanya Rasulullah r  apabila bangun di malam hari. dalam riwayat lain: untuk melaksanakan shalat Tahajjud, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak. (HR. Bukhari, no. 246 dan Muslim, no.255).             Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Syetan senantiasa mengikatkan ke tengkuk  kepala seseorang ketika hendak tidur sebanyak tiga ikatan, syetan  mengikatkan ikatan tersebut pada tempatnya sambil mengatakan: malam panjang atasmu maka tidurlah. Apabila orang tersebut bangun dengan berdizikir kepada Allah maka lepaslah satu ikatan, apabila ia berwudhu maka lepaslah satu ikatan, apabila ia shalat maka lepaslah semua ikatan sehingga ia dipagi harinya terlihat semangat dan segar bugar.  jika hal itu tidak dilakukan, maka dipagi harinya ia terlihat lesu dan malas”. (HR. Bukhari, no. 1142 dan Muslim, no. 776  dari hadits Abu Hurairah)

Referensi :

  1. Muntaqo al-Adab asy-Syar’iyyah , Syekh Majid bin Su’ud Alu ‘ausyan.
  2. Shohih Fiqih Sunnah ,  Abu Malik As-Sayyid Salim.
  3. Hisnul muslim , DR. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni. Penerjemah : Abu Umar Basyir al-Maidani.
  4. Majalah Al-Furqon, edisi ke-5  tahun ke-3.
  5. Do’a & Wirid , Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s