Islam Dan Perbudakan

borgol

Muqaddimah

Perbudakan manusia sudah dikenal sejak ribuan tahun lamanya. Perbudakan sangat dikenal dalam peradaban Mesir kuno , Cina , India , Yunani , dan Romawi , bahkan perbudakan telah disebutkan dalam Taurat dan Injil.

Penyimpangan dan sebab – sebab Perbudakan Sebelum Islam

Diantara sebab-sebab perbudakan sebelum lahirnya islam adalah :

  • Kaum kafir dahulu menjadikan anak manusia sebagai budak dengan cara menculik dari orang tuanya.
  • Sebagian orang kafir dahulu menjadikan penangkapan anak / orang tersesat lalu dijadikan budak.
  • Ada yang menjual anaknya karena faktor ekonomi atau faktor lain , sehingga anaknya menjadi budak di tangan pembelinya
  • Sebagian orang kaya dahulu menganggap para pekerja kasar sebagai budak yang boleh dikuasaai dan dijual.
  • Sebagian orang kafir dahulu menganggap orang kulit sebagai budak.
  • Sebagian orang yang kalah berjudi bisa menjadi budak.
  • Sebagian orang yang terlilit utang dapat menjadi budak.

Mengapa ada perbudakan dalam Islam ?

  • Perbudakan dalam agama islam hanya ada satu sebab yang dibolehkan , itu pun karena memberlakukan prinsip perlakuan yang sama / seimbang terhadap musuhnya yang kafir. Yang dijadikan budak hanya orang kafir saja setelah berperang. Sebab , orang kafir yang menawan orang islam , biasanya mereka menjadikan tawanan muslim sebagai budak. Maka , untuk menyikapi mereka dengan seimbang , umat Islam hanya boleh menjadikan orang kafir yang ditawan saja yang boleh menjadi budak , itu pun harus dengan keputusan seorang imam / pemimpin kaum muslimin.
  • Bila dua golongan kaum muslimin saling berperang , maka hukumnya haram , dan jika itu terjadi maka kaum muslimin yang satu tidak boleh menawan yang lain apalagi memperbudaknya . ( Lihat Qs. An-Nahl : 26 )
  • Islam hanya memperbolehkan perbudakan dari kaum kafir demi kemaslahatan , diantaranya : hal itu agar membuat gentar musuh , menjadi sarana mengenalkan islam kepada budak yang kafir sehingga apabila mereka masuk islam maka mereka mendapat kesempatan untuk merdeka – oleh karenanya Rasulullah menganjurkan supaya budak yang telah masuk islam dimerdekakan dan hal itu brerpahala bebasnya yang memerdekakan dari api neraka.

Islam Mengurangi / Memperkecil Sebab – Sebab Perbudakan

  • Dahulu sebelum Islam , perbudakan banyak sebabnya – sebagaimana telah disebutkan diatas – lalu ketika Islam datang Alloh Ta’ala menutup semua pintu perbudakan dan mengizinkan 1 pintu saja ; itu pun dengan syarat – syarat , Diantaranya :
  • Adanya jihad yang syar’i / perang antara kaum muslimmin dengan kaum kafir untuk membela agama islam.
  • Tawanan kafir belum masuk Islam saat sedang ditawan . Jika tawanan tersebut masuk Islam maka tidak boleh dijadikan budak.
  • Tawanan yang dijadikan budak harus dengan keputusan seorang imam / pemimpin kaum muslimin setelah dipandang hal itu lebih membawa maslahat bagi Islam dan Kaum Muslimin . Karena , pemimpin kaum muslimin dihadapkan pada beberapa pilihan tentang tawanan kafir yang ada di tangannya , antara : (1) pembebasan tanpa syarat – jika mashlahatnya demikian – , (2 ) pembebasan dengan tebusan , (3 ) dibunuh ( tawanan laki-laki yang ikut berperang ) – jika mashlahatnya demikian – , atau ( 4 ) dijadikan sebagai budak .

Islam Memperluas Sebab-Sebab Pembebasan

  • Jika ternyata tawanan kafir yang dijadikan budak adalah anggota keluarga salah satu pemilik budak tersebut , maka budak tersebut menjadi merdeka. Nabi bersabda ,

من ملك ذا رحم محرم فهو حرٌّ

” Barang siapa yang memiliki ( budak ) yang merupakan anggota keluarga/mahramnya , maka dia merdeka .”

( HR. Ibnu Majah 2046, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irwaaul Ghalil 1746 )

  • Alloh Ta’ala menyerukan keutamaan bagi orang yang memerdekakan budak ( Lihat Qs. al-Baqarah : 177 )
  • Islam mengalokasikan zakat untuk memerdekakan budak ( Lihat Qs. at-Taubah : 11 )
  • Rasululloh menganjurkan kaum muslimin memerdekakan budak jika terjadi gerhana , Beliau bersabda ,

عن أسماء بنت أبے بكر رضي ﷲ عنهما قالت أمر النّبيّ بالعتاقة في الكسوف

Dari Asma binti Abu Bakar berkata, ” Nabi memerintahkan ( kami ) untuk memerdekakan budak pada waktu gerhana.” ( HR. Bukhari 2335 )

  • Jika seorang budak dimiliki beberapa orang secara bersekutu , lalu salah satu sekutunya memerdekakan bagian yang dimilikinya, maka budak tersebut harus nerdeka seutuhnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

من ٲعتق شركا له في مملوك وجب عليه أن يعتق كلّه

           “Barang siapa memerdekakan sebagian kepemilikan budaknya maka wajib baginya memerdekakannya secara keseluruhan.”

( HR.  Bukhari 2321 dan Muslim 3147 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s